Review K-Drama Sky Castle : Kesuksesan Anak Adalah Persaingan Orangtua

Februari 10, 2019


Judul : Sky Castle
Genre : Family, Drama, Comedy
Episode : 20
Pemain : 
Yum Jung Ah sebagai Han Seo Jin (Ibu Yeh Suh & Ye Bin)
Lee Tae Ran Lee Soo Im (Ibu Woo Joo)
Oh Na Ra sebagai Jin Jin Hee (Ibu Soo Han)
Yoon Se Ah sebagai Noh Seung Hye (Ibu Seo Jun & Ki Joon)
Jung Joon Ho sebagai Kang Joon Sang (Ayah Yeh Suh & Ye Bin)
Choi Won Young sebagai Hwang Chi Young (Ayah Woo Joo)
Jo Jae Yun sebagai Woo Yang Woo (Ayah Soo Han)
Kim Byung Chul sebagai Cha Min Hyuk (Ayah Seo Jun & Ki Joon)
Kim Hye Yoon sebagai Yeh Suh
Lee Ji Won sebagai Ye Bin
Kang Chan Hee sebagai Woo Joo
Lee Yu Jin sebagai Soo Han
Kim Dong Hee sebagai Seo Jun
Joe Byeong Gyu sebagai Ki Joon
Kim Seo Hyung sebagai Pelatih Kim
Lee Hyun Ji sebagai Pak Jo

Menceritakan 4 keluarga kaya yang tinggal di sebuah komplek perumahan mewah bernama Sky Castle yang hanya bisa dihuni oleh keluarga dokter ataupun profesor. Mereka berlomba-lomba menjadikan anaknya siswa terbaik dan memasukkan mereka ke fakultas kedokteran Universitas Seoul. 

Review

Lagi-lagi drama mengenai sistem pendidikan Korea yang sangat keras. Setelah merampungkan drama My Strange Hero, Sky Castle adalah pilihan yang tepat untuk lebih memahami betapa jahatnya persepsi masyarakat Korea tentang hasil ujian. Meski mengangkat isu pendidikan, penyajian drama ini terbilang unik karena mengambil sudut pandang para orang tua dan guru itu sendiri.

Awalnya, saya tidak tertarik untuk menontonnya. Poster yang kaku, artis senior serta sinopsis yang terkesan berat membuat saya berpikir berkali-kali untuk menontonnya. Tapi karena di tiap variety show yang saya tonton selalu menyebut drama ini, maka saya penasaran sebagus apa drama ini hingga orang-orang bahkan artis dan idol lain pun membicarakannya.

Sky Castle, sebuah komplek yang dihuni keluarga berlatar belakang profesor, pengacara, jaksa, hakim, dan dokter hebat. Mengisahkan 4 orang keluarga kaya yang memiliki kehidupan sempurna. Anak yang cerdas, jabatan yang bagus, serta kekayaan yang melimpah. Dibalik itu semua, mereka memiliki rasa iri terhadap kehidupan keluarga yang lain. Prestasi anak adalah tolak ukur yang dapat menjamin kesuksesan masa depan anak mereka. Berbagai cara dilakukan agar sang anak menjadi nomor 1 di sekolah dan mengabaikan aspek penting lainnya.

Dari segi akting, para pemain memerankannya dengan sempurna. Raut wajah, gerak gerik, serta tekanan nadanya sangat pas dengan karakter masing-masing tokoh. Meskipun beberapa adalah artis pendatang baru, mereka memerankannya dengan bagus. 

Terlebih Kim Seo Hyung sebagai Pelatih Kim yang sangat andal mengontrol ekspresinya menjadi datar dan dingin. Sorot mata yang tajam mengintimidasi lawan bicara (bahkan penonton), juga kalimat yang persuasif yang pada akhirnya mampu meyakinkan para ibu untuk memercayakan masalah pendidikan anaknya kepadanya.

Untuk karakter favorit, saya memilih Seung Hye. Seringkali dijuluki kura-kura oleh suaminya yang otoriter dan egois, tapi Seung Hye mampu mengubah kepribadiannya menjadi lebih berani melindungi anak-anak, menentang, serta mengeluarkan pendapat. Hal ini tak lepas dari peran Sue Im yang juga menguatkannya untuk bisa lebih berani. 

Untuk sinematografi, pengambilan gambarnya menyorot bagian detil masing-masing pemain seperti memfokuskan raut wajah, mata, bibir, dan gerakan tangan sehingga emosi yang disampaikan lebih terasa oleh penonton. Backsound dan musiknya pun cocok dengan kepalsuan yang ditampilkan para tokoh.

Sejauh ini, drama ini adalah drama dengan cerita tercerdas yang mampu memberikan pukulan keras kepada para orang tua dan guru yang terlalu memaksakan anak untuk belajar. Biasanya saya selalu sok tahu dan menebak-nebak alur cerita dari drama atau film yang saya tonton, tapi drama ini tidak bisa membuat saya melakukan kebiasaan saya. Plot twist yang disuguhkan di setiap episode selalu sukses membuat saya bertanya-tanya dengan kelanjutan ceritanya.

Untuk komedi, menurut saya drama ini tidak cocok dikategorikan dalam genre tersebut. Unsur komedi yang ditampilkan sesuai porsi agar drama ini tetap ringan dan tidak terlalu tegang. Komedi yang ditampilkan pun tidak memaksa alias memang relate dengan kehidupan sehari-hari, tidak seperti drama komedi yang terlalu memaksakan dan melebih-lebihkan aktingnya.

Overall, drama ini sangat rekomen. Banyak pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil. FYI, meski diawal penayangan drama ini hanya mendapat rating 1%, tapi rating tersebut semakin meningkat tiap episodenya dan berhasil menggeser drama Goblin sebagai drama dengan rating tertinggi, yaitu 23,8%. 

Rating pribadi 5/5

You Might Also Like

0 comments