Ketika Anak Curhat Suka Warna Pink dan Ingin Menjadi Seorang Putri

Oktober 12, 2018

"Mama, aku suka warna pink daripada biru"
"Mama, aku ingin menjadi putri sejagat"

Bagaimana tanggapan Anda ketika mendengar hal itu dari mulut si buah hati? Biasa saja kan?
Tapi bagaimana jika buah hati Anda adalah seorang laki-laki?



Tik..tok..tik..tok..
Kalau Anda masih berpikir dua kali sebelum menjawab, ada baiknya Anda mulai merubah pola pikir dari sekarang. Apa salahnya dengan laki-laki yang menyukai warna pink? Walaupun warna pink identik dengan kelembutan, feminim dan wanita. Lantas bagaimana dengan anak perempuan yang suka dengan warna-warna lelaki seperti merah, hitam, biru tua? 

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah cuplikan salah satu variety show Korea berjudul "The Return of Superman". Variety show ini memperlihatkan bagaimana Ayah menggantikan peran Ibu dalam menjaga dan merawat sang anak. Jujur saya baru-baru ini menjadi fans dari acara itu, walaupun sebelumnya acara tersebut sudah pernah menarik perhatian saya -terimakasih kepada Triplet dan Cho Sarang wkwk-. Meskipun sekarang saya mengikuti acara tersebut, bukan berarti saya menonton dari awal sampai akhir film. Kalau boleh jujur, saya hanya mengikuti perkembangan si multilingual fairy kiss Naeun dan si imut William & Ben.

 
Park Naeun 

Ben & William

Satu hal yang menarik saat menonton cuplikan tersebut adalah ketika saya mengetahui bahwa Bong Siha, salah satu anak di acara, sangat suka dengan warna pink. Disitu saya berpikir, why not? Kenapa netizen malah memaki-maki kedua orangtuanya. Harusnya tidak ada yang salah dong, toh itu bukan sebuah dosa besar. Ketika saya membaca komentar-komentarnya, nah loh, barulah saya mengerti permasalahan sebenarnya.

Siha yang notabenenya seorang laki-laki menyukai warna pink dan ingin menjadi seorang putri. Ia kerap di dandani seperti anak perempuan dengan gaun cantik. Kedua orangtuanya pun mendukung hal itu demi kebahagiaan Siha, walaupun bertentangan dengan standar yang ditetapkan. Pernyataan tersebut diunggah oleh sang Ayah, Bong Tae Gyu, di akun instagramnya.


Hmm,, baiklah. Jadi, dimana letak masalahnya? 👀
Menurut saya, dukungan Tae Gyu terhadap Siha yang ingin menjadi seorang putri adalah kesalahan besar. Mengenalkan gender pada anak hukumnya wajib dikenalkan sejak dini. Apabila orangtua tidak menegaskan jati diri sang anak berdasarkan gendernya, maka hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan persepsi pada anak yang berakibat kebingungan gender saat besar nanti. 

Saya pun sempat kasihan kepada Sian (salah satu member dari The Return of Superman). Sebelumnya, Sian dan Siha nge-date berdua. Tak lepas dari gaya pakaian Siha yang menyerupai perempuan. Ketika Sian mengetahui bahwa Siha adalah seorang anak laki-laki, dunianya seakan runtuh. Harapan dan cinta pertamanya pupus seketika. Kedua kakak perempuan Sian, Seol Ah dan Soo Ah pun awalnya tak percaya, sampai mereka mendengar sendiri pernyataan langsung dari Siha.


Sampai segitunya kan 😅

Kesimpulannya tidak masalah bila anak menyukai warna yang bukan 'warna maskulin'. Yang bermasalah ketika anak tidak diajarkan dan ditekankan masalah gender ya. Dampaknya dalam bentuk jangka panjang dan seumur hidup, lho.

You Might Also Like

0 comments