Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

  • Home
  • About
instagram pinterest tumblr twitter linkedin google plus

Que Sera Sera

Dream . Hobbies . Passion

    • Home
    • About
    • Story
    • Thoughts
    • Review
    • _Movies
    • _Books
    • Tutorial
    Berbicara mengenai K-Drama, tentunya banyak sekali daftar drama seru yang menarik perhatian. Setiap bulannya, pasti ada beberapa drama baru yang menggantikan drama sebelumnya. Ini karena episode drama yang hanya berkisar 16-20 episode saja (dan kalaupun dramanya sampai berpuluh2 episode, itu seperti kebanyakan sinetron di Indonesia yang jam tayangnya pun berbeda).

    Untuk orang-orang yang mengikuti perkembangan drama terbaru, dapat dilihat begitu banyak folder-folder tertata rapih di laptop yang bertuliskan judul-judul drama. Saya pun sempat pusing untuk mensortir drama apa yang benar-benar berkesan dan membuat saya tak bosan untuk kembali menontonnya. 

    Untuk itu, inilah drama pilihan favorit saya yang tak bisa saya hilangkan dari laptop.

    1. Reply 1988 (2015)

    Saya cukup telat mengetahui ada drama yang sebagus dan se-relate ini dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi dengan Bo Gum cs, drama ini menjadi drama pertama yang mendapatkan rating tertinggi mengingat Reply 1988 tayang di tv kabel -yang semua orang tak mungkin punya, ye kan?-. 

    Kekeluargaan, persahabatan, dan cinta tersaji di dalamnya. Misteri akan suami masa depan Deok Sun pun membuat saya penasaran dan geregetan. Sayangnya, ada hal-hal berbau dewasa yang cukup sering ditayangkan -secara verbal- sehingga membuat saya mengernyitkan dahi. Terlepas itu,  drama ini cocok untuk mengingat kenangan masa kecil (tidak berarti saya lahir pada tahun 1988, loh ya).

    2. Cheese in the Trap (2016)

    Walau banyak kontroversi terkait drama ini, kisahnya benar-benar mengena di hati saya yang pada saat itu juga sedang menjalani masa kuliah. Lucunya, saat episode pertama saya melihat Kim Go Eun dengan tatanan rambut seperti itu, saya memutuskan untuk menutup tampilan layar karena menurut saya, Kim Go Eun sangat tidak cocok dengan rambut yang seperti itu 😂.

    Singkat cerita, ketika bosan melanda, saya memutuskan untuk menontonnya (saat saya menonton drama ini pun saya sedang mengikuti cerita versi webtoonnya). Mungkin karena terbius dengan Park Hae Jin yang sangat cocok memerankan karakter Yoo Jung dan Seo Kang Joon yang memerankan Baek In Ho membuat saya semakin jatuh cinta sehingga saya mengabaikan komentar-komentar negatif terkait drama ini.

    3. Signal (2016)

    Diantara drama misteri yang pernah saya tonton, Signal menjadi satu-satunya drama yang mampu membuat saya histeris setiap episodenya -lebay memang-. Saya pun baru mengenal Lee Jee Hoon melalui drama ini dan pesonanya membuat saya berdegup kencang, hehehe. 

    Signal bercerita tentang satgas polisi yang berusaha memecahkan kasus dingin (kasus lama yang belum terpecahkan) dengan bantuan walkie talkie misterius. Sedikit romantisme tersaji dalam drama ini, hanya sedikit, antara Cha Soo Hyun (Kim Hye Soo) dengan seniornya, Lee Jae Han (Choi Jin Woong). 

    4. Goblin (2016)

    Mengenai Goblin, saya tak perlu panjang lebar memberi gambaran tentang drama ini. Siapa yang tak tahu drama ini? Drama yang menjadi comeback drama si ahjussi ganteng, Gong Yoo. Drama ini juga yang semakin melejitkan nama Kim Go Eun dalam kancah per-drama-an karena Go Eun biasanya tampil dalam dunia perfilman. 

    Yang membuat saya tak bosan menonton Goblin adalah humor yang tersaji antara tiga pria tampan nan rupawan: Dokkaebi (Gong Yoo), malaikat maut (Lee Dong Wook) dan sang pewaris (Sungjae) dan karakter tokoh Kim Go Eun dalam drama. Efek yang memanjakan mata juga menjadi alasan saya tak bosan memutar drama ini. Maka pantas saja drama ini mampu merebut posisi Reply 1988 sebagai drama dengan rating tertinggi.

    5. Sky Castle (2018)

    Speechless. Biarkan saya menjelaskan kenapa saya tak bisa berkata-kata terhadap drama ini: karena drama ini terlalu perfect sebagai penutup sekaligus pembuka tahun. Sky Castle menjadi sangat hits dan legendaris berkat akting natural para pemain dan cerita yang menggelitik sistem pendidikan Korea Selatan. Sky Castle juga mampu menggeser Goblin dalam peraihan gelar 'drama dengan rating tertinggi'.

    Baca review lengkap Sky Castle disini.

    Itu tadi 5 K-Drama terfavorit saya yang tak pernah bosan ditonton berkali-kali. Sebagai tambahan, ada beberapa drama favorit lain yang mungkin membuat saya bosan jika menontonnya berkali-kali, yaitu: Missing 9 (2017), Prison Playbook (2017) dan beberapa lainnya (saya lupa apa saja, hehe).
    Continue Reading


    Judul: Of Bees and Mist (Kabut Masa Lalu)
    Penulis: Erick Setiawan
    Penerjemah: Fransisca M
    Penerbit: Gagas Media
    Tebal Halaman: 517 halaman

    Of Bees and Mist adalah buku yang pertama kali saya beli setelah 4 tahun lamanya saya menahan diri untuk membeli novel. Saya menemukan buku ini di Gudang Buku Bekas dan langsung jatuh hati dengan cover serta sinopsis yang tertera di belakang cover. Setelah membeli buku ini, saya baru sadar bahwa novel Of Bees and Mist adalah buku terjemahan. Setelah saya baca lebih lanjut, ternyata sang penulis, Erick Setiawan, memang sudah tinggal di Amerika sebelum menulis buku ini.

    Buku ini bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Meridia yang hidup dalam dinginnya kehidupan keluarganya. Ibunya, Ravenna, seorang wanita cantik yang linglung dan pikun yang sering tidak mengindahkan keberadaannya. Sedangkan ayahnya, Gabriel, membangun penghalang tinggi kepadanya dan Ibunya melalui kata-kata tajam dan sikap kasarnya. Meridia kecil pun hidup dibawah asuhan Ibu Pengasuh yang protektif.

    Suatu hari, Meridia bertemu dengan Daniel, lelaki muda yang berusia dua tahun lebih tua darinya. Meridia jatuh cinta kepada lelaki bermata coklat itu, begitupula Daniel tergila-gila dengan pesona gadis itu. Tak lama kemudian, di usia yang masih sama-sama muda, mereka menikah. 

    Awalnya, kehidupan rumah tangga Meridia terbilang hangat. Dengan bantuan Eva, ibu mertuanya yang ramah, Meridia seperti menemukan kehangatan yang selama ini dicarinya. Hingga suatu hari, Meridia megetahui rahasia kelam keluarga Daniel, memadamkan kehangatan yang selama ini menyelimutinya.

    Overall, cerita ini adalah tentang konflik rumah tangga yang sering ditemui dengan karakter yang juga sering dijumpai di kehidupan nyata. Tapi dengan pemilihan kata yang unik, metafora brilian, dan pengembangan karakter yang menonjol, membuat saya dengan cepat terhanyut dengan cerita di dalamnya. Menjadikan cerita yang terbilang drama menjadi tidak murahan, bahkan terbalut dengan keindahan magis.

    Penulis menggambarkan Meridia sebagai wanita yang cerdas dan dapat belajar dengan cepat. Saya juga sempat sedikit mengernyitkan dahi, Meridia, yang menikah di usia 16 tahun, sangat dewasa, cerdas dan cerdik dalam menghadapi tingkah laku ibu mertuanya. Semakin lama, Meridia tumbuh dengan pandangan yang luas dan kehangatan luar biasa yang tak pernah ia dapatkan semasa kecil. 

    Meridia juga mampu membahasakan aura dan emosi yang terpancar dari orang-orang yang ditemuinya. Kabut yang menyelimuti Gabriel dan Daniel, monster yang berubah wujud menjadi Ravenna, lebah-lebah sengit yang mengelilingi Eva. 

    Selain Meridia, penggambaran yang kuat dan porsi cerita yang sesuai dari tokoh lain semakin memperkaya kisah di dalamnya.

    Tak heran buku ini menjadi finalis QPB New Voices Award 2010 dan masuk dalam longlist penghargaan sastra bergengsi internasional IMPAC Dublin Literary Award 2011.

    Rating peribadi: 4/5

    Continue Reading
    Semua orang punya cerita. Benar.
    Semua orang memiliki rahasianya masing-masing. Itu juga benar.
    Sudut pandang, pemikiran, hati dan ego. Semua orang memilikinya.
    Kehidupan ini tak hanya dimiliki oleh satu orang. Bermiliar spesies hidup di dalamnya.
    Tumbuh, beranak, mati. Umumnya siklus kehidupan.
    Tapi bagaimana dengan kehidupan itu sendiri?
    Roda kehidupan. Kadang diatas dan dibawah.
    Setiap orang (belum) tentu merasakannya.
    Ada orang yang bertahun-tahun di bawah, belum sampai di atas, sudah mati.
    Ada orang yang bertahu-tahun di atas, saat sampai di bawah, stress lalu mati.
    Kalau begitu, bagaimana sebenarnya kehidupan?

    --------------------

    Suatu malam yang dingin karena suhu AC yang mencapai 16 derajat celcius, aku menatap atap kamarku. Dua hari, tidak, setelah dua drama berturut-turut yang menceritakan tentang kebahagiaan, uang, sekolah, dan masa depan, aku (sok) berpikir dalam.

    "Apakah kehidupan hanya tentang uang?" 

    Kita dilahirkan, dibesarkan, belajar, SD - Kuliah, kemudian harus memikirkan fase kehidupan selanjutnya, entah itu menikah atau kerja. Selalu berakhir dengan uang. Untuk bertahan hidup. Makan, minum, tempat tinggal, membiayai sekolah anak.

    Sementara kesenjangan sosial masih ada. Ada jarak besar antara yang miskin dan kaya. Jarak besar itu diisi dengan golongan menengah. Adapun yang kaya tambah kaya, yang miskin makin sengsara. Dunia tidak adil? Sepertinya para penghuninya yang membuatnya seperti itu.
    Continue Reading

    Judul : Sky Castle
    Genre : Family, Drama, Comedy
    Episode : 20
    Pemain : 
    Yum Jung Ah sebagai Han Seo Jin (Ibu Yeh Suh & Ye Bin)
    Lee Tae Ran Lee Soo Im (Ibu Woo Joo)
    Oh Na Ra sebagai Jin Jin Hee (Ibu Soo Han)
    Yoon Se Ah sebagai Noh Seung Hye (Ibu Seo Jun & Ki Joon)
    Jung Joon Ho sebagai Kang Joon Sang (Ayah Yeh Suh & Ye Bin)
    Choi Won Young sebagai Hwang Chi Young (Ayah Woo Joo)
    Jo Jae Yun sebagai Woo Yang Woo (Ayah Soo Han)
    Kim Byung Chul sebagai Cha Min Hyuk (Ayah Seo Jun & Ki Joon)
    Kim Hye Yoon sebagai Yeh Suh
    Lee Ji Won sebagai Ye Bin
    Kang Chan Hee sebagai Woo Joo
    Lee Yu Jin sebagai Soo Han
    Kim Dong Hee sebagai Seo Jun
    Joe Byeong Gyu sebagai Ki Joon
    Kim Seo Hyung sebagai Pelatih Kim
    Lee Hyun Ji sebagai Pak Jo

    Menceritakan 4 keluarga kaya yang tinggal di sebuah komplek perumahan mewah bernama Sky Castle yang hanya bisa dihuni oleh keluarga dokter ataupun profesor. Mereka berlomba-lomba menjadikan anaknya siswa terbaik dan memasukkan mereka ke fakultas kedokteran Universitas Seoul. 

    Review

    Lagi-lagi drama mengenai sistem pendidikan Korea yang sangat keras. Setelah merampungkan drama My Strange Hero, Sky Castle adalah pilihan yang tepat untuk lebih memahami betapa jahatnya persepsi masyarakat Korea tentang hasil ujian. Meski mengangkat isu pendidikan, penyajian drama ini terbilang unik karena mengambil sudut pandang para orang tua dan guru itu sendiri.

    Awalnya, saya tidak tertarik untuk menontonnya. Poster yang kaku, artis senior serta sinopsis yang terkesan berat membuat saya berpikir berkali-kali untuk menontonnya. Tapi karena di tiap variety show yang saya tonton selalu menyebut drama ini, maka saya penasaran sebagus apa drama ini hingga orang-orang bahkan artis dan idol lain pun membicarakannya.

    Sky Castle, sebuah komplek yang dihuni keluarga berlatar belakang profesor, pengacara, jaksa, hakim, dan dokter hebat. Mengisahkan 4 orang keluarga kaya yang memiliki kehidupan sempurna. Anak yang cerdas, jabatan yang bagus, serta kekayaan yang melimpah. Dibalik itu semua, mereka memiliki rasa iri terhadap kehidupan keluarga yang lain. Prestasi anak adalah tolak ukur yang dapat menjamin kesuksesan masa depan anak mereka. Berbagai cara dilakukan agar sang anak menjadi nomor 1 di sekolah dan mengabaikan aspek penting lainnya.

    Dari segi akting, para pemain memerankannya dengan sempurna. Raut wajah, gerak gerik, serta tekanan nadanya sangat pas dengan karakter masing-masing tokoh. Meskipun beberapa adalah artis pendatang baru, mereka memerankannya dengan bagus. 

    Terlebih Kim Seo Hyung sebagai Pelatih Kim yang sangat andal mengontrol ekspresinya menjadi datar dan dingin. Sorot mata yang tajam mengintimidasi lawan bicara (bahkan penonton), juga kalimat yang persuasif yang pada akhirnya mampu meyakinkan para ibu untuk memercayakan masalah pendidikan anaknya kepadanya.

    Untuk karakter favorit, saya memilih Seung Hye. Seringkali dijuluki kura-kura oleh suaminya yang otoriter dan egois, tapi Seung Hye mampu mengubah kepribadiannya menjadi lebih berani melindungi anak-anak, menentang, serta mengeluarkan pendapat. Hal ini tak lepas dari peran Sue Im yang juga menguatkannya untuk bisa lebih berani. 

    Untuk sinematografi, pengambilan gambarnya menyorot bagian detil masing-masing pemain seperti memfokuskan raut wajah, mata, bibir, dan gerakan tangan sehingga emosi yang disampaikan lebih terasa oleh penonton. Backsound dan musiknya pun cocok dengan kepalsuan yang ditampilkan para tokoh.

    Sejauh ini, drama ini adalah drama dengan cerita tercerdas yang mampu memberikan pukulan keras kepada para orang tua dan guru yang terlalu memaksakan anak untuk belajar. Biasanya saya selalu sok tahu dan menebak-nebak alur cerita dari drama atau film yang saya tonton, tapi drama ini tidak bisa membuat saya melakukan kebiasaan saya. Plot twist yang disuguhkan di setiap episode selalu sukses membuat saya bertanya-tanya dengan kelanjutan ceritanya.

    Untuk komedi, menurut saya drama ini tidak cocok dikategorikan dalam genre tersebut. Unsur komedi yang ditampilkan sesuai porsi agar drama ini tetap ringan dan tidak terlalu tegang. Komedi yang ditampilkan pun tidak memaksa alias memang relate dengan kehidupan sehari-hari, tidak seperti drama komedi yang terlalu memaksakan dan melebih-lebihkan aktingnya.

    Overall, drama ini sangat rekomen. Banyak pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil. FYI, meski diawal penayangan drama ini hanya mendapat rating 1%, tapi rating tersebut semakin meningkat tiap episodenya dan berhasil menggeser drama Goblin sebagai drama dengan rating tertinggi, yaitu 23,8%. 

    Rating pribadi 5/5
    Continue Reading

    Judul : My Strange Hero (복수가 돌아왔다 / Boksuga Dorawatda)
    Genre : Drama, Romance, Comedy
    Episode : 32 epsiode 
    Pemain : 
    Yoo Seung Ho sebagai Kang Bok Su
    Jo Bo Ah sebagai Son Soo Jeong
    Kwak Dong Yeon sebagai Oh Se Ho

    Bercerita tentang seorang murid SMA bernama Kang Bok Su yang dituduh menjadi pelaku tindak kekerasan oleh temannya Oh Se Ho dan cinta pertamanya Son Soo Jeong. Ia akhirnya dikeluarkan dari sekolah. 

    Sembilan tahun kemudian, Kang Bok Su kembali menjadi murid di sekolahnya dan berencana untuk membalas dendam kepada Oh Se Ho dan Son Soo Jeong. Tapi keputusan itu membuatnya menghadapi serangkaian kasus tak terduga.

    Review

    Setelah sekian lama saya 'cuti' dari menonton drama, akhirnya drama ini lah yang mampu membuat mood menonton drama saya bangkit lagi. Dari poster yang unik dan pemain yang berpengalaman membuat saya penasaran, terlebih lagi karena Kwak Dong Yeon yang sebelumnya selalu mendapat peran protagonis.

    Dalam drama ini, kita bisa melihat betapa jahat dan kerasnya sistem pendidikan di Korea. Kenapa jahat? Karena dalam drama ini diceritakan bahwa nilai menjadi tolak ukur kesuksesan seorang anak di masa depan. Hal itu pula yang membuat banyak orang tua yang terlalu keras dan memaksakan anak-anaknya untuk mendapat nilai terbaik.

    "Kalau bukan peringkat satu, kamu bukan apa-apa"

    Kalimat seperti itu seringkali dicuapkan dari mulut berbagai tokoh, baik siswa, orang tua siswa, bahkan pemilik sekolah itu sendiri. Pihak sekolah yang memiliki tujuan menjadi sekolah swasta terbaik dengan lulusan yang terbaik pun menekan para siswa untuk terus belajar. Diskriminasi siswa berdasarkan nilai dan peringkat juga kelas terbaik dan terendah membuat mereka menjadi tertekan, baik dari pihak siswa terbaik maupun siswa dengan nilai terendah. Fasilitas yang berbeda juga membuat saya stress menontonnya.

    Meskipun fokus cerita ini adalah balas dendam dan sekolah, tapi porsi cerita dari masing-masing tokoh seimbang.


    Dari segi akting, Kwak Dong Yeon berhasil membuat saya kagum berkali-kali dengan aktingnya yang luar biasa. Ia mampu memperlihatkan berbagai sisi dari Oh Se Ho dengan sempurna, mulai dari seorang murid naif dan baik hati hingga sosok antagonis licik. Kebencian dan luka yang dirasakan sangat jelas tersirat hanya melalui tatapan matanya.

    Karena kepiawaiannya, image gentle dari tokoh di drama sebelumnya (My ID is Gangnam Beauty) terhapus begitu saja. Dan karena hal tersebut, Kwak Dong Yeon berhasil menjadi salah satu aktor favorit saya.



    Di sisi lain, kualitas akting Jo Bo Ah dan Yoo Seung Ho tak perlu diragukan lagi. Menurut saya, tokoh Bok Su disini sangat berpikiran positif, berkemauan keras, dan tentunya rebel. Walaupun luka masa lalu sempat membuatnya kehilangan arah, tapi dengan cepat ia bisa menyesuaikan diri dan menentukan tujuannya kembali. Dan tentu saja Yoo Seung Ho sudah pasti mampu melelehkan hati para penonton wanita dengan pembawaannya itu.

    Selain itu, mungkin karena masa lalu yang dikeluarkan dari sekolah membuat tokoh Bok Su menjadi agak cengeng, dan itu berhasil dibawakan dengan apik oleh Seung Ho.


    Sementara itu, sosok ketua kelas yang tegar dan profesional mampu diperankan dengan sangat baik oleh Jo Bo Ah. Bo Ah dan Seung Ho dapat memperlihatkan chemistry first love yang kembali dipertemukan. Selain itu, Jo Bo Ah juga bisa menampilkan kesan malu-malu tapi mau.

    Jujur saya belum pernah menonton drama lain Jo Bo Ah, tapi saya sangat suka aktingnya yang terlihat sangat natural. Saya juga sangat suka dengan profesionalitas tokoh, karena dia mencoba sekuat tenaga menjadi guru yang baik bagi murid-muridnya meskipun ia tersandung kasus yang juga mencoreng harga dirinya sebagai guru.

    Karena Soo Jeong, saya sadar bahwa tugas guru tidak hanya sekedar mengajar, melainkan benar-benar membimbing, menguatkan, dan membantu para murid untuk tidak patah semangat dalam menggapai impiannya. Kalimat yang paling saya sukai adalah "Walaupun kalian diinjak, kalian akan tetap mekar, karena kalian bunga liar".

    Overall, para tokoh yang terlibat dengan kasus penyerangan Bok Su sebenarnya belum benar-benar pulih dari masa itu. Ada masalah yang belum selesai diantara mereka yang menjadikan mereka dipaksa kuat dan menekan emosi mereka, hingga pada akhirnya mereka tidak dapat membendung perasaan itu lagi. Terlihat dari karakter ketiga tokoh diatas yang masih memegang erat simpul masa lalu.

    Rating pribadi 4,3/5




    Continue Reading
    Saya sadar bahwa dunia memang tak semudah kelihatannya. Maka itu, terkadang mimpi-mimpi yang telah terpendam selama ini harus menemui batasnya, bahwa kita juga harus realistis, meskipun saya berkepribadian Idealis Pemimpi.

    Kemarin adalah kali kedua saya mengikuti acara Edu Fair. Edu Fair kali ini diselenggarakan oleh Vista Education dengan mengambil tema Top 5 Popular Countries Education yang terdiri dari beberapa Universitas di 5 negara seperti USA, UK, Australia, Kanada, Singapura. Acara ini dilaksanakan selama dua hari di tempat yang berbeda, tapi saya hanya mengikuti hari pertama di Pullman Central Park.


    Sebenarnya, tujuan utama saya kesini adalah hanya untuk mengunjungi stan Nottingham Trent University. NTU adalah salah satu dari sedikit Universitas di dunia yang memiliki program magister jurusan Psikologi Forensik. Bisa dibilang, Psikologi Forensik ini adalah subjek yang amat sangat langka, secara subjek ini baru mulai dikenal pada tahun 2000.

    Continue Reading
    Pagi tadi, sekitar jam 9, saya mengantar adik ke stasiun.
    Di salah satu perumahan yang umum dilewati, terlihat anak-anak SD, SMP hingga SMA bergerombol membentuk barisan rapih. Saya tidak tahu pasti acara yang diselenggarakan, tapi melihat mereka dengan seragam itu membuat ingatan saya melanglang buana, tepat 14 tahun lalu, dan perlahan kenangan itu bergerak maju hingga waktu saat ini, seperti kaleidoskop yang bergerak sangat cepat.

    Saya tidak tahu kenapa, tapi saya memang tidak memiliki ingatan yang cukup bagus. Jika ditanya, "Bagaimana kamu saat TK?", saya hanya bisa mengingat tentang pengumuman kehamilan Ibu, saya yang berjalan kaki pulang dari TK sambil menggendong piala bertuliskan 'Juara III Lomba Menari', serta hari kostum dimana anak-anak menggunakan pakaian daerah dan diarak keliling komplek menggunakan odong-odong.

    Saat SD? SMP? SMA dimana merupakan kejadian yang belum terlalu lama terjadi? Saya hanya bisa mengingat sedikit kenangan dari masing-masing fase sekolah dalam hidup saya.

    Saya kagum dengan orang-orang yang mengingat jelas masa sekolah mereka, setidaknya memiliki lebih banyak ingatan daripada saya. Entah apakah karena saya hanya memiliki sedikit kenangan yang berbekas atau karena saya mudah lupa (?). 

    Tapi, setiap kali melihat perkembangan anak-anak zaman sekarang, saya sadar, masa kanak-kanak saya adalah yang terbaik. Tepatnya sebelum teknologi begitu berkembang dengan pesat. Selalu terlihat di sepanjang mata memandang, segerombolan anak bermain. Yang laki-laki bermain gundu, mobil-mobilan, atau saling bertukar stiker dan tato tempel hadiah permen karet, sementara anak perempuan bermain masak-masakan atau boneka.



    Jika dibandingkan dengan sekarang, mungkin anak-anak masih dijumpai bermain di luar rumah. Bedanya, kini mereka menggenggam handphone. Saya sangat ingat, saat itu SD, entah kelas berapa, teman saya memamerkan handphone pemberian orang tuanya. HP itu masih berlayar hitam putih, tipis, hanya memiliki sedikit fitur. Menurut saya, itu adalah suatu kemewahan untuk seorang anak SD, terlebih lagi dulu masih sangat jarang ditemui anak-anak memiliki hp sendiri, walaupun nanti tetap disimpan oleh orang tuanya. Saya iri, dan sempat merengek untuk dibelikan hp. Tapi kemudian saya sadar, siapa yang harus saya hubungi dengan hp itu? Apakah saya benar-benar memerlukannya? Kalau mau main game, toh bisa pinjam hp bapak atau ibu. Dan rengekan saya pun berhenti.

    Harus saya akui, setiap hari, cobaan yang datang akan semakin berat. Jika dipikir-pikir, bila saya lahir di masa ini, saya pun pasti sulit untuk menahan diri untuk tidak main hp. Maka, sebagai orang yang lebih tua, kita harus bisa membimbing anak-anak atau adik-adik kita agar memiliki kenangan berharga dengan orang lain, tidak hanya hp. 
    Continue Reading
    Saya tahu dan paham sekali, setiap orang pasti memiliki perspektif yang berbeda. Beda kepala, beda hati, tentunya beda pemikiran. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sesuai dengan orang lain, dan harusnya orang lain pun harus menyadari prinsip tersebut.


    Saya juga sudah sering melihat berbagai macam komentar orang-orang yang bersebrangan pendapat, dan hal tersebut semakin mudah dijumpai dengan teknologi yang semakin maju. Sayangnya, komentar mereka kadang membuat darah mendidih. Bagi orang yang bisa menahannya, pasti hanya bisa menertawakan mereka, menjadikan mereka sebagai hiburan 'gratis', tapi sejujurnya, saya bukan tipe orang seperti itu.

    Apakah saya ikut membalas komentar mereka? Tidak.
    Kenapa?
    Karena, kebanyakan orang-orang seperti mereka, semakin dikasih tau semakin melakukan pembelaan, semakin dinasihati semakin meninggi. Maka lebih baik didiamkan saja. Toh mereka seperti itu 'bisa jadi' karena sedang mencari perhatian atau memang sejatinya sifatnya seperti itu.

    Padahal komentar itu ada untuk mendapatkan feedback berupa kritikan dan saran yang tentunya dengan bahasa yang sopan. Tapi nyatanya tidak demikian.

    Adapula komentar tersebut berisi kritikan, tapi berakhir dengan cacian. Lha, piye to?
    Ini yang menjadikan kritikan dan cacian seperti saudara (menurut saya), karena rasanya tak nikmat bila mengkritik tapi tidak menumpah ruahkan perasaan yang diwakilkan dengan cacian.

    Hal itu pulalah yang berhasil menggeser definisi surat terbuka. Sekarang ini, surat terbuka seringkali bertebaran di media sosial atau media perpesanan, yang isinya tentu saja kritikan sekaligus curhatan. Memang, kritikan berasal dari pengalaman pribadi, tapi, menurut yang saya baca, surat terbuka berisi tentang kritik dan saran kepada siapapun (terutama pemerintah) yang mengambil tema objektif yang tidak lekang oleh waktu sehingga surat tersebut dapat dibaca dan diambil pelajarannya oleh generasi selanjutnya, bukan hanya berisi 'pengalaman pribadi'.

    Selain itu, berdasarkan pengalaman saya mempelajari jenis-jenis surat saat saya duduk di bangku SD, surat terbuka hampir sama dengan surat yang lainnya, memiliki pembuka, isi, dan penutup serta tanggal penulisan. Tapi tampaknya, esensi tersebut dihilangkan, entah sengaja atau tidak, yang penting di atasnya tertulis besar-besar "SURAT TERBUKA UNTUK ...."

    Entahlah, menurut saya yang seorang awam, ada baiknya kita menghidupkan kebiasaan-kebiasaan baik, bertata bahasa yang baik dan bijak dalam menggunakan media sosial.

    Sekian
    Continue Reading
    Bagi yang merayakan, halloween adalah waktu dimana semua hal magis, mistis dan seram ditampilkan. Banyak orang yang rela mengubah dirinya menjadi monster, peri, bahkan setan (dalam arti lain tetunya).

    Perayaan halloween tak lengkap dengan film horror. Buat kamu yang mau coba atau dipaksa nonton film horor sama si doi (ceileh), tapi takutnya kebangetan, bolehlah di coba nonton film ini. Berikut pilihan film horror yang akan membuatmu mengernyitkan dahi atau bahkan tertawa.

    1. Truth or Dare (2018)
    Film yang tayang tahun ini mengisahkan tentang sekelompok remaja yang sedang berlibur ke Meksiko. Disana, mereka melakukan permainan Truth or Dare di sebuah gereja tua. Bisa dibilang, ide ini termasuk hal yang baru, karena memasukkan kesan mistis ke dalam sebuah permainan yang umumnya dilakukan remaja Amerika.


    Sayangnya, film ini seperti dikerjakan asal oleh rumah produksi Blumhouse. Mereka tidak memaksimalkan poin 'seram' dari permainan tersebut dan elemen seramnya yang not make sense. Jump scare nya pun dibilang tidak menakutkan sama sekali!

    2. Slender Man (2018)



    Dibintangi artis cantik Joey King, Slender Men tetap tidak berhasil mengangkat ratingnya. Slender Man merupakan salah satu film horror dengan rating Rotten Tomatoes yang rendah. Plot yang 'maksa', jump scare yang biasa, dan penokohan yang tidak sesuai akan membuat kalian bingung, skeptis dan bisa-bisa tertidur di tengah film.

    3. The Nun (2018)



    Prekuel film The Conjuring ini memang sangat ditunggu-tunggu. Film horor sederhana ini memang sudah dapat ditebak arah alur ceritanya. Meskipun memiliki plot yang rapi, pengambilan gambar yang sesuai, dan kejutan yang tidak bisa di tebak, situs thewrap.com justru memasukkan film ini masuk ke kategori film seram yang tidak mampu membuatmu berteriak. Hmm.. rekomedasi pas buat kamu yang mau nonton sama si doi.

    4. Paranormal Activity 2 (2010)




    Mengisahkan tentang sebuah keluarga yang berusaha melindungi anak-anaknya dari gangguan arwah jahat. Disutradai Tod Williams, film ini memang mengikuti jejak kesuksesan film sebelumnya. Sayangnya, dengan menggunakan gaya andalan 'found footage' malah membuat film ini seperti mengekor konsep film pertamanya.

    5. The Happening (2008)
    Virus aneh menyebar melalui udara di kota Philadelphia. Seperti sihir, orang yang terkena virus ini akan memutuskan untuk bunuh diri tanpa alasan yang jelas. Sepasang suami istri, Eliot Moore (Mark Wahlberg) dan Alma (Zooey Deschanel) berusaha untuk keluar dari kota tersebut dan menyelamatkan diri.


    Sang sutradara, M. Night Shyamalan memang suka mengangkat topik yang tidak biasa. Sayangnya, ada beberapa detail yang tidak terlalu jelas di dalam film ini. Bahkan, dialog Mark dan Zooey terdengar konyol dan kaku.

    6. House of Wax (2005)



    Film ini termasuk film horor standar. Dibintangi Paris Hilton, film ini mengisahkan sekelompok orang yang pergi berlibur ke luar kota dan. Di tengah perjalanan, mereka tidak sengaja tiba di tempat hiburan Rumah Patung Lilin di kota yang misterius. Film ini memang tidak akan membuatmu teriak ketakutan, tetapi cukup banyak adegan gore yang meskipun tidak terlalu parah, mampu membuatmu mengernyitkan dahi.

    Continue Reading
    "Mama, aku suka warna pink daripada biru"
    "Mama, aku ingin menjadi putri sejagat"

    Bagaimana tanggapan Anda ketika mendengar hal itu dari mulut si buah hati? Biasa saja kan?
    Tapi bagaimana jika buah hati Anda adalah seorang laki-laki?



    Tik..tok..tik..tok..
    Kalau Anda masih berpikir dua kali sebelum menjawab, ada baiknya Anda mulai merubah pola pikir dari sekarang. Apa salahnya dengan laki-laki yang menyukai warna pink? Walaupun warna pink identik dengan kelembutan, feminim dan wanita. Lantas bagaimana dengan anak perempuan yang suka dengan warna-warna lelaki seperti merah, hitam, biru tua? 

    Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah cuplikan salah satu variety show Korea berjudul "The Return of Superman". Variety show ini memperlihatkan bagaimana Ayah menggantikan peran Ibu dalam menjaga dan merawat sang anak. Jujur saya baru-baru ini menjadi fans dari acara itu, walaupun sebelumnya acara tersebut sudah pernah menarik perhatian saya -terimakasih kepada Triplet dan Cho Sarang wkwk-. Meskipun sekarang saya mengikuti acara tersebut, bukan berarti saya menonton dari awal sampai akhir film. Kalau boleh jujur, saya hanya mengikuti perkembangan si multilingual fairy kiss Naeun dan si imut William & Ben.

     
    Park Naeun 

    Ben & William

    Satu hal yang menarik saat menonton cuplikan tersebut adalah ketika saya mengetahui bahwa Bong Siha, salah satu anak di acara, sangat suka dengan warna pink. Disitu saya berpikir, why not? Kenapa netizen malah memaki-maki kedua orangtuanya. Harusnya tidak ada yang salah dong, toh itu bukan sebuah dosa besar. Ketika saya membaca komentar-komentarnya, nah loh, barulah saya mengerti permasalahan sebenarnya.

    Siha yang notabenenya seorang laki-laki menyukai warna pink dan ingin menjadi seorang putri. Ia kerap di dandani seperti anak perempuan dengan gaun cantik. Kedua orangtuanya pun mendukung hal itu demi kebahagiaan Siha, walaupun bertentangan dengan standar yang ditetapkan. Pernyataan tersebut diunggah oleh sang Ayah, Bong Tae Gyu, di akun instagramnya.


    View this post on Instagram


    시하는 핑크색을 좋아하고 공주가 되고 싶어 하기도 합니다. 그렇다면 저는 응원하고 지지해 주려고요. 제가 생각할 때 가장 중요한 건 사회가 만들어 놓은 어떤 기준이 아니라 시하의 행복이니깐요:) 참고로 저도 핑크색 좋아합니다. 그래도 애가 둘이네요...:) #슈퍼맨이돌아왔다 #학범이도핑크
    A post shared by 봉태규 🎗 (@taegyu_bong) on Jul 15, 2018 at 6:16pm PDT

    Hmm,, baiklah. Jadi, dimana letak masalahnya? 👀
    Menurut saya, dukungan Tae Gyu terhadap Siha yang ingin menjadi seorang putri adalah kesalahan besar. Mengenalkan gender pada anak hukumnya wajib dikenalkan sejak dini. Apabila orangtua tidak menegaskan jati diri sang anak berdasarkan gendernya, maka hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan persepsi pada anak yang berakibat kebingungan gender saat besar nanti. 

    Saya pun sempat kasihan kepada Sian (salah satu member dari The Return of Superman). Sebelumnya, Sian dan Siha nge-date berdua. Tak lepas dari gaya pakaian Siha yang menyerupai perempuan. Ketika Sian mengetahui bahwa Siha adalah seorang anak laki-laki, dunianya seakan runtuh. Harapan dan cinta pertamanya pupus seketika. Kedua kakak perempuan Sian, Seol Ah dan Soo Ah pun awalnya tak percaya, sampai mereka mendengar sendiri pernyataan langsung dari Siha.


    Sampai segitunya kan 😅

    Kesimpulannya tidak masalah bila anak menyukai warna yang bukan 'warna maskulin'. Yang bermasalah ketika anak tidak diajarkan dan ditekankan masalah gender ya. Dampaknya dalam bentuk jangka panjang dan seumur hidup, lho.

    Continue Reading

    Judul Film: A Single Rider
    Genre: Drama
    Durasi: 97 menit
    Tahun Rilis: 2017
    Cast:

    • Lee Byung Hun as Kang Jae Hoon
    • Gong Hyo Jin as Lee Soo Jin
    • Ahn So Hee as Yoo Jin A/Ji Na
    Ketika kita sudah terlalu lelah, apa kemungkinan yang bisa kita lakukan untuk tetap bertahan hidup?
    Mungkin itu sepenggal kalimat yang bisa saya gambarkan tentang film ini. Film ini menceritakan tentang seorang lelaki bernama Kang Jae Hoon (Lee Byung Hun) yang mengalami kebangkrutan. Ia memutuskan untuk menemui istri (Lee Soo Jin) dan anaknya yang ia kirim ke Australia. Sesampainya disana, kenyataan yang lebih pahit menamparnya.

    Ji Na (So Hee), seorang traveller yang berpergian seorang diri ke Australia mengalami perampokan dan kehilangan seluruh uang serta paspornya. Melihat hal tersebut, Jae Hoon bersedia membantu Ji Na untuk mendapatkan seluruh barang-barangnya kembali.

    ----------------------------------------------------------

    Menurut saya pribadi, film ini lebih fokus menggambarkan kehidupan Jae Hoon (Lee Byung Hun). Perasaan terpuruk, depresi dan putus asa sangat apik ditampilkan oleh aktor senior tersebut. Sementara kisah Soo Jin dan Ji Na tetap tidak kehilangan porsinya sendiri sehingga dapat menampilkan sisi melankolis dan perjuangan ketika kita menghadapi dunia seorang diri.

    Sejak awal film, alur berjalan sangat teratur. Suasana gelap dan melankolis sangat terasa. Emosi yang di tampilkan para aktor dan aktris pun dapat sampai kepada para penonton. Meskipun hingga sampai pertengahan film saya masih tidak mengerti dengan tujuan Jae Hoon bersikap seperti itu, dan membuat saya memaki-maki, ada orang yang se-pengecut itu.

    Film ini benar-benar membuat saya tergugah, betapa kita harus benar-benar bisa tahan banting dalam menghadapi segala cobaan apapun dan harus memiliki seseorang yang mampu benar-benar mendengarkan kita.

    Rating pribadi: 7/10
    Continue Reading
    Continue Reading
    Continue Reading
    Continue Reading
    "Welcome January, may amazing moments are waiting for me"

    "Hello February, please be nice"
    "Hi March, please be friends with me"
    "Bonjour April, please be good"
    "Ciao March, please be awesome"

    Anything else?

    Oke, kali ini saya akan membahas tradisi mengucapkan-hal-yang-telah-dicontohkan-seperti-diatas.
    Setiap kali pergantian tahun dan bulan, orang-orang sibuk memikirkan Ucapan Selamat Datang yang ditujukan terhadap kedatangan hari baru di bulan yang baru demi menyampaikan permohonan dan harapan mereka pada satu bulan mendatang. 

    Lucu memang, bulan kan gak bisa ngomong, kok malah di ajak ngomong ? *eh  
    Memang awalnya saya juga seperti itu, sibuk memikirkan, mencari dan membuat welcome greeting yang anti-mainstream untuk saya publish di akun-akun media sosial saya. Tapi semakin hari seiring bertambahnya usia, saya semakin berpikir, kenapa orang-orang mengajak dan menyuruh bulan yang berbaik hati pada mereka, kenapa tidak mereka yang berbaik hati terhadap dirinya sendiri ?

    Tidak mengerti ? Oke saya wajarkan.
    Begini, seperti yang telah dituliskan di atas, semua kalimat itu mengandung arti agar nama-nama bulan itu agar berbaik hati pada mereka. Contoh "February please be nice" . Nah, kenapa tidak kita tulis begini "Februari, semoga saya menjadi lebih baik di bulan ini"; ini kan lebih membuat kita lebih termotivasi. 

    Saya berpikiran bahwa orang-orang yang menuliskan kalimat-kalimat di atas adalah orang-orang yang pasrah, yang menggantungkan nasib pada takdir tanpa memaksimalkan usaha mereka sendiri. Please don't bash me, karena umumnya pandangan orang kan beda-beda. 

    Itu saja :)
    Jadi untuk mengawali bulan baru ini ...

    "Hola February, hope i can be better than last month"
    Continue Reading

    Title : Page Turner (2016)
    Genre : Musical
    TV Network : KBS2
    Cast : - Shin Jae Ha (Jin Mok)
              - Kim So Hyun (Yoo Seul)
              - Ji Soo (Cha Sik)

    Jika kamu dilahirkan kembali, mana yang kamu pilih? Menjadi seseorang yang berbakat, seseorang yang memiliki motivasi tinggi atau seseorang yang memiliki minat hingga jika dipisahkan dengannya rasanya mau mati? Bagaimana kalau memilih ketiganya?

    Ini bercerita tentang kehidupan 3 orang remaja dengan mimpi-mimpinya. 
    Continue Reading
    1. Empowerment, Stress & Konflik

    A. Pengertian Empowerment
       Menurut Pearce & Robinson (2008) Empowerment (pemberdayaan) adalah tindakan yang memberikan seorang individu atau tim hak dan fleksibilitas untuk membuat keputusan dan melaksanakan tindakan. 
    Pemberdayaan berarti menyediakan sumber daya, pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka (capacity) untuk menentukan masa depan mereka, dan untuk berpartisipasi dan mengubah kehidupan masyarakat mereka (Jim Ife dalam Halim Malik). Sedangkan menurut Suhendra (2006: 74-75) pemberdayaan adalah suatu kegiatan yang berkesinambungan, dinamis, secara sinergis mendorong keterlibatan semua potensi yang ada secara evolutif dengan keterlibatan semua potensi.
               
    B. Pengertian Stress
       Siagian (2003 : 300) mengemukakan bahwa stress merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran dan kondisi fisik seseorang. 
    Sedangkan menurut Hasibuan H. Malayu S. P. (2003) stress adalah suatu kondisi ketegangan yang emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress juga merupakan suatu kondisi yang dinamis ketika individu dihadapkan peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting (Schuler, 2002).  
    Continue Reading


    Menjadi teman bicara yang asik dan menyenangkan memang susah-susah gampang, apalagi dengan orang yang baru dikenal. Ini merupakan sebuah bukti bahwa tidak semua orang menguasainya, terlepas dari kenyataan bahwa semua orang memang melakukan aktivitas komunikasi pada sehari-hari.

    Lalu, bagaimana menjadi teman bicara yang asik dan menyenangkan? Berikut beberapa tips dari The Art of Conversation yang dikutip dari laman Yahoo! Shine.

    1. Hindari detail pembicaraan yang tidak penting
    Terkadang dalam sebuah perbincangan seru, Anda akan merasa terpojok terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mendetail mengenai diri Anda atau sebuah kasus. Jika Anda menganggap hal tersebut tidak penting untuk dibicarakan, Anda tidak harus menjelaskannya. Namun, jangan pernah mengalihkan perbincangan karena akan mengubah suasana komunikasi yang tercipta.

    2. Jangan menanyakan pertanyaan lain jika pertanyaan sebelumnya belum dijawab
    Jika Anda menanyakan pertanyaan mengenai salah satu sisi kehidupan dari lawan bicara Anda, jangan langsung loncat pada topik pembicaraan lain mengenai diri Anda sebelum hal tersebut terjawab. Selain akan membuat Anda terlihat egois, lawan bicara Anda pun akan malas melanjutkan pembicaraan.
    Continue Reading
    Siapa yang setuju dengan judul yang saya buat untuk thread kali ini ?
    Kebanyakan dari kita mungkin setuju, tapi saya tidak.
    Kenapa ? Apakah saya merupakan salah satunya ?
    Mungkin :D
    Nerd, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Kutu Buku. 
    Kebanyakan masyarakat luas beranggapan bahwa seseorang yang kutu buku memiliki pribadi yang pemalu, aneh, kurang dalam bersosialisasi, selalu larut dalam fantasi dan imajinasi mereka, dan memiliki kesulitan dalam hal olahraga; sehingga membuat mereka selalu direndahkan bahkan menjadi bahan bullying.


    Tapi satu hal yang perlu kalian tahu, nyatanya, tidak semua yang Nerd memiliki kepribadian seperti yang telah disebutkan di atas. Anggapan Nerd yang disebutkan di atas merupakan stereotype, dimana stereotip ini juga berlaku sebagai identitas suatu kelompok. Contoh ada dua kelompok dalam suatu sekolah; kelompok A dan kelompok B. Kedua kelompok memiliki kemampuan bergaul yang sama, bedanya kelompok B memiliki minat yang sama sebagai pecandu buku. Karena perbedaan ini, kelompok A menilai bahwa identitas anak yang bergabung dengan kelompok B adalah Kutu Buku / Nerd dan menilai bahwa identitas kelompok mereka sendiri sebagai Anak Keren / Cool Kids. 

    Beberapa tokoh dunia yang seorang kutu buku adalah Isaac Newton, Harun al-Rashid, Napoleon Bonaparte, Hitler, Einstein, John F. Kennedy; Indonesia sendiri memiliki Soekarno, Moh. Hatta, Natsir, B.J Habibie, dan masih banyak lagi.

    Di zaman modern ini, seseorang yang menganggap buku itu penting, merupakan suatu hal yang luar biasa. Orang-orang di zaman ini sudah melupakan manfaat buku dan beralih ke dunia internet dan menganggap bahwa internet akan menyediakan lebih banyak informasi konkrit daripada buku, disamping itu, mereka tidak mau repot, tinggal masukkan keyword lalu muncullah hasil yang diinginkan. 

    So, menjadi Nerd di dunia yang mulai Weird ini adalah Not Bad. Justru perspektif saya, seseorang yang kutu buku -atau pecandu buku; saya menganggapnya demikian- adalah suatu hal yang keren ! Cobalah kalian perhatikan baik-baik seseorang yang sedang asik membaca buku, ada aura dan kharisma yang terpancar dari diri orang tersebut. Saya akan mengatakan aura itu adalah aura seseorang yang high curiousity dan smart. 

    Jadi setelah membaca ini, saya harap perspektif Anda terhadap seorang yang Nerd akan berubah. Okelah, kalau memang perspektifnya tidak berubah, setidaknya Anda akan lebih memahami hal ini lebih baik dari sebelumnya.
    Continue Reading


    Judul Film : Shutter Island (2010)
    Genre : Thriller
    Durasi : 2 jam 18 menit
    Cast :
      - Leonardo Di Caprio
    - Mark Rufallo
    - Ben Kingsley
    - Max Von Sydow

    Pada 1945, seorang deputi Marshal US yang berasal dari Portland bernama Edward Teddy Daniels (Leonardo Di Caprio) bersama rekan barunya –yang juga seorang Marshal-yang berasal dari Seattle, Chuck Aule (Mark Rufallo) dikirim ke Rumah Sakit Ashecliffe –khusus tahanan sakit jiwa- di pulau Shutter yang berada di kawasan Boston Harbour. Pulau tersebut sangat terpencil dan terasing. Pulau tersebut dikelilingi oleh tebing, batu karang dan ombak yang besar. Mereka ditugaskan untuk mencari dan menyelidiki kasus menghilangnya Rachel Solando, seorang pasien yang diketahui telah menewaskan tiga orang anaknya. 

    Saat perjalanan, Ted merasakan mual dan pusing ketika berada di dalam kapal yang membawanya menuju pulau. Ia merasa gelisah karena ia sedang berada di tengah lautan dan terdapat banyak air disekelilingnya. Chuk menawarkan sebatang rokok untuk membuat perasaan Ted menjadi lebih baik. Mereka berbincang tentang masa lalu mereka. Ted menceritakan bahwa dulu ia mempunyai seorang kekasih, tapi kekasih itu sudah meninggal. Ted kemudian membayangkan dirinya sedang bersama dengan kekasihnya.

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me

    Photo Profile
    NrlIzzaturr

    An INFP girl with dreams and passions. Introvert turn to be extrovert? Who knows. Read More

    Add Me On

    • instagram
    • pinterest
    • tumblr
    • twitter
    • linkedin
    • google plus

    Translate

    Popular Posts

    • Welcome New Month : Please be nice, good, awesome ..
    • Review K-Drama Page Turner (2016)
    • Perbedaan Sistem Komputer dengan Sistem Kognisi Manusia
    • Selidik Kebudayaan dan Lingkupannya
    • Review K-Drama My Strange Hero (2018) : Nilai Tidak Menjamin Kesuksesan

    Blog Archive

    Tag

    Tugas Review Kisah Opini Movie Psychology Lyric Kdrama Tips Books Inspiratif Synopsis Islam Tutorial

    Join here


    Laporkan Penyalahgunaan

    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top